Rabu, 24 November 2010

Kepada Nama abadi,sang matahari hati

    Tiada banding aku bila bertatap wajah dengan matahari,
     apa arti seekor kecebong kecil 
      dihadapan matahari bila mendekat.....
Entah berapa hari yang telah mampu memikat diri
agar aku selalu menatap wajah matahari dari kejauhan
dan dari pandangan hati. tapi, itupun masih cukup untuk membakarku
betapa kemilau matahari yang ku padang.........
      Dan betapa pengcutya diri tak sanggup langsung berhadapan 
       dengan mathari. entah cela dan cemooh apa yang matahari beri
       aku akan tetap terima. Sehingga dengan nafas risalah ini 
       aku guratkan rasa hati untuk memuja sang matahari.... 
Nama abadi sang matahari pagi, yang selalu menyala menerangi mayapada
jiwa-jiwa yang kedinginan.Entah rasa apa yang merabah dalm hati
sejak ku lihat wajah alami yang selalu tersenyum berseri ikhlas dari dalm hati
maka sejak saat itu terpahat pula hati ini untuk selalu mendekap
wajah dan senyum ikhlasmu.....
        Tapi,apakah Tuhan mengizinkan wajah saja yang datang menjadi permaisuri hati?
         bila itupun kehendak Tuhan,permaisuri wajah itu pun akan selalu aku rawat 
         agar berkembang berbunga dan beranak.......
         yang anak-anaknya akan selalu buat orang 
         tersenyum dan bahagia....
Tapi, bila Tuhan izinkan wajah itu hadir bersama pemiliknya 
maka kebahagiaan macam mana lagi yang aku ingin sesudahnya ?
itulah puncak kebahagiaan dari seorang fakir dari kecebong hina sepertiku.....
          Matahari bila engkau berkenan sinari hati dan jiwaku yang dingin,
          beri aku secercah cahaya agar muncul senyum yang indah dari 
          sebuah kehinaan dan kepengecutan........
Yaa...krna engkaulah sang matahari hati
yang sinarnya semburat kesegenap penjuru klbu
 yang kedinginan menanti dekap sengat cinta dan kasih sayang.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar